bpkad


 

Dugaan Korupsi DAK SMK: Eks Kadisdik Jambi Varial Adhi Putra Resmi Ditahan ‎


Sapajambi.com-
JAMBI – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi resmi melakukan penahanan terhadap mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jambi, Varial Adhi Putra, pada Senin (4/5/2026). Penahanan ini terkait dengan kasus dugaan korupsi penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun anggaran tersebut.


‎Tak sendiri, Varial digelandang ke sel tahanan bersama dua tersangka lainnya, yakni Bukri yang merupakan mantan Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, serta seorang warga sipil berinisial David yang diduga berperan sebagai perantara atau "makelar" proyek.

‎Kerugian Negara Mencapai Rp21,8 Miliar
‎Kasus yang membelit pejabat teras ini bermula dari pengelolaan anggaran DAK SMK dengan total pagu mencapai Rp121 miliar. Berdasarkan hasil audit dan penyelidikan sementara, penyidik menemukan indikasi penyimpangan yang merugikan keuangan negara dalam jumlah fantastis.

‎"Estimasi kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp21,8 miliar. Modus operandi yang dijalankan para tersangka masih kami dalami lebih lanjut," ujar pihak penyidik Ditreskrimsus Polda Jambi.

‎Aliran Dana dan Potensi Tersangka Baru
‎Sejauh ini, penyidik fokus pada pemotongan dana yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan fisik dan pengadaan peralatan sekolah. Polisi juga tengah melacak aliran dana (flow of money) untuk mengetahui apakah uang hasil korupsi tersebut mengalir ke pihak-pihak lain di luar tiga tersangka yang sudah diamankan.

‎Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyidikan belum berhenti di sini. Terdapat sinyal kuat mengenai adanya pengembangan kasus yang bisa menyeret nama-nama baru.

‎Tersangka Utama: Varial Adhi Putra (Eks Kadisdik) & Bukri (Eks Kabid SMK).

‎Pihak Swasta: David (Perantara).

‎Status Hukum: Penahanan dilakukan guna mempermudah proses penyidikan dan mencegah penghilangan barang bukti.

‎Hingga berita ini diturunkan, ketiga tersangka telah berada di Mapolda Jambi untuk menjalani pemeriksaan intensif. Kasus ini menjadi sorotan publik mengingat besarnya anggaran pendidikan yang diduga diselewengkan di tengah upaya pemerintah meningkatkan kualitas SDM melalui jalur vokasi.


Amril mata