bpkad


 

Cagar Budaya Muaro Jambi Terancam Stockpile Batubara, FRIC Desak Pemprov dan Kementerian Ambil Tindakan Tegas


MUARO JAMBI – Keberadaan tempat penampungan batubara (stockpile) yang beroperasi di kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi memicu kecaman keras. Wakil Ketua Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Kabupaten Muaro Jambi, Amril Mata, mendesak Pemerintah Provinsi Jambi dan kementerian terkait untuk segera menutup operasional fasilitas tersebut guna memproteksi situs bersejarah dari ancaman kerusakan.


Amril juga memberikan kritikan tajam kepada para anggota DPRD Provinsi Jambi agar tidak sekadar menjadikan isu lingkungan ini sebagai sarana pencitraan. Menurutnya, wakil rakyat harus berani melangkah lebih jauh dari sekadar menyampaikan respons verbal di media massa.


"Anggota dewan provinsi jangan hanya berkomentar. Yang berada di kabupaten jauh lebih baik jika kalian mendesak Pemerintah Provinsi Jambi dan kementerian terkait untuk segera menutup stockpile batubara yang mengelilingi cagar budaya tersebut," tegas Amril Mata, Selasa (18/8/2026).


Aktivitas stockpile yang berada di radius zona lindung cagar budaya memicu kekhawatiran serius dari pemerhati sejarah dan warga sekitar. Polusi debu serta potensi kerusakan fisik jangka panjang terhadap artefak purbakala menjadi ancaman nyata jika operasional penampungan batubara terus dibiarkan.


Desakan ini diharapkan menjadi momentum bagi DPRD Provinsi Jambi untuk segera menggalang koordinasi lintas sektor, memanggil dinas berwenang, serta meninjau ulang izin operasional perusahaan batubara di kawasan lindung tersebut.


Dimas Prayoga